Press "Enter" to skip to content

Cara Cepat Hamil Setelah Kuret 1 Tahun

Setelah mengalami keguguran, kuret biasanya menjadi pilihan yang dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa keguguran atau jaringan kehamilan yang tersisa di dalam rahim. Sebagian wanita mungkin ingin cepat hamil lagi pasca kuret, meski kemungkinan untuk hamil belum jelas dan belum tentu diperbolehkan oleh dokter. Lantas, bisakah wanita hamil lagi pasca kuret?

Bisakah hamil lagi pasca kuret?

Anda masih bisa hamil setelah melakukan kuret. Kuret sebenarnya merupakan suatu alat berbentuk sendok yang dapat mengikis lapisan dinding rahim. Hal ini dilakukan untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa keguguran sehingga Anda bisa mengalami siklus menstruasi normal dan mencoba untuk hamil lagi.

Melakukan kuret tidak akan memengaruhi peluang Anda untuk memiliki kehamilan normal di waktu yang akan datang. Bahkan berdasarkan penelitian, wanita yang telah menjalani kuret bisa hamil dalam waktu satu tahun setelah mencoba hamil kembali.

Jika Anda ingin mencoba hamil lagi setelah melakukan kuret, biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu selama tiga siklus menstruasi normal. Hal tersebut dilakukan karena rahim memerlukan waktu untuk membangun kembali lapisannya sehingga siap untuk menerima kehamilan lagi.

Akan tetapi, hal ini bergantung pada kondisi diri Anda sendiri yang mungkin akan membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit waktu untuk hamil lagi. Namun, Anda juga harus percaya bahwa tubuh memiliki kemampuan luar biasa dalam membantu dirinya sendiri untuk pulih.

Selain masih bisa hamil setelah melakukan kuret, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kuret dapat memengaruhi kehamilan berikutnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang melakukan kuret tidak memiliki risiko yang lebih besar terhadap komplikasi kehamilan, seperti perdarahan trimester pertama, keguguran, preeklampsia, solusio plasenta, dan kelahiran prematur, ketimbang wanita yang tidak melakukan kuret.

Hanya saja, pada kasus yang jarang, kuret memiliki risiko komplikasi serius. Jika kuret dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu, maka Anda lebih berisiko terkena komplikasi, seperti infeksi, perdarahan hebat, dan kondisi langka yang disebut dengan sindrom Asherman. Sindrom langka ini merupakan kondisi terbentuknya jaringan parut di rongga rahim yang dapat menyebabkan kemandulan.

Sekitar 16% wanita yang melakukan kuret memiliki jaringan parut di rahim atau sekitar leher rahim. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena operasi dapat menghilangkan jaringan parut tersebut sehingga Anda bisa pulih dan hamil kembali.

Sementara itu, jika Anda melakukan kuret lebih dari satu kali maka Anda berisiko mengalami lemah otot serviks dan jaringan leher rahim. Hal ini dapat menyebabkan leher rahim melebar lebih awal di kehamilan berikutnya sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran. Meski demikian, kondisi ini sangat jarang terjadi.

Studi saat ini hanya menunjukkan bahwa kuret dapat memicu terjadinya perdarahan postpartum atau perdarahan abnormal setelah melahirkan. Oleh sebab itu, Anda harus tetap berkonsultasi pada dokter mengenai rencana kehamilan setelah melakukan kuret maupun mengenai risiko yang mungkin dapat terjadi.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *