Kesehatan Kesehatan Anak

Cara Mengatasi Mual Pada Anak

Punya seorang anak tentunya memiliki kebahagian tersendiri apalagi ketika kita mengikuti setiap proses pertumbuhan termasuk kesehatannya. Salah satu persoalan kesehatan yang mengganggu anak adalah mual pada anak baik itu disebabkan karena makanan, penyakit atau atau ada gangguan lainnya.

Pengalaman mengalami anak mual tentunya bikin panik apalagi kalau dia-nya anak pertama atau anak semata wayang. Kadang solusi tercepat yang diambil saat anak mual adalah membawanya kedokter. Padahal jika anak mengalami mual apalagi muntah itu jangan sampai anda sebagai orang tua mengedepankan rasa panik dan khawatir. Ada baiknya mengenali terlebih dahulu penyebab mual pada anak sehingga kita bisa memutuskan dengan tepat tindakan yang akan diambil.

Hal pertama yang harus selalu diingat oleh orang tua saat mual sampai muntah pada anak adalah terus memberi anak minum air putih sebanyak mungkin, sebaiknya berikan dia cairan bening selama 24 jam pertama. Beberapa cairan jernih yang direkomendasikan merupakan air putih, kaldu bening, minuman olahraga, es mambo, dan jeli. Tujuan dari pemberian cairan ini adalah untuk menghindari dehidrasi. Dapat juga anda berikan cairan elektrolit berupa oralit pada anak. Namun jangan paksa anak untuk minum cairan ini jika masih muntah-muntah. Selain oralit, terdapat beberapa pilihan minuman yang bisa anda berikan seperti ASI, sirup, dan air madu. Selain itu, penting untuk mengistirahatkan perut selama pengerjaan pemberian cairan ini.

Kemudian ketika diberi makan, sebaiknya jangan beri makan sebanyak tiga kali sehari dalam porsi besar ketika anak sedang tidak enak badan. Sebaiknya beri makan beberapa kali dalam porsi kecil di sepanjang hari. Ini membikin kerja lambung menjadi tidak terlalu berat sebab hanya sedikit makanan yang wajib dicerna.

Seduhan teh atau jahe hangat bisa diberikan sebagai pereda rasa mual dan muntah pada anak. Asupan lain yang bisa diberikan adalah sup kaldu untuk membantu mencegah dehidrasi sekaligus memberi rasa nyaman. Berikan makanan setiap 15-20 menit, secara bertahap. Pilihlah makanan yang mengandung cukup kalori dan mudah dicerna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *